SENI BUDAYA KELAS 2 SMK NEGERI 1 BONE-BONE

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
1.    Mengapresiasi karya seni rupa

B.    Kompetensi Dasar
1.1    Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
1.2    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menjelaskan pengertian seni rupa terapan
    Menyebutkan dan menjelaskan keunikan karya seni rupa terapan (ukiran) daerah Madura
    Menyebutkan dan menjelaskan keunikan teknik seni rupa ukiran daerah Madura
    Menyebutkan model/corak ukiran Madura
    Menggambar motif-motif ukiran Madura
    Menyebutkan sikap apresiatif masyarakat Madura terhadap karya seni rupa terapan    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
    Siswa dapat menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 dan 2
1.     Karya seni rupa terapan adalah karya seni yang dirancang untuk tujuan fungsional/kegunaan yakni memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis
2.     Sikap apresiatif merupakan sikap menghargai, mengagumi, menilai, menikmati dan menghayati hasil karya dalam hal ini seni ukir Madura.
3.     Seni ukir Madura pada umumnya bermotif daun-daunan, kaku tetapi tampak gagah (megah)

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
•    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat        Keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah
•    Sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura        Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab membahas keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura
    Siswa dapat  Praktik menggambar motif cakra
•    Siswa dapat  Diskusi tentang sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 dan 2
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang karya seni rupa
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam mengapresiasi karya seni rupa terapan
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak mengapresiasi terhadap keunikan gagasan teknik seni rupa terapan daerah Madura
•        Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang apresiasi karya seni rupa terapan
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi
•    Siswa dan guru melakukan refleksi
•    Guru memberikan tugas rumah (PR)

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : alat gambar
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.    Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.    Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.    Instrumen/soal:
1.    Jelaskan yang disebut karya seni rupa terapan!
2.    Sebutkan keunikan gagasan ukiran daerah Madura!
3.     Sebutkan minimal tiga keunikan teknik seni rupa terapan daerah Madura!
4.     Sebutkan motif-motif ukiran Madura!
5.    Bagaimana saran Anda agar ukiran Madura lebih maju dan berkembang!
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
2.    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

B.    Kompetensi Dasar
2.1    Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
2.2    Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menjelaskan tentang merancang karya seni rupa terapan
    Menyebutkan persiapan-persiapan merancang karya seni rupa dengan teknik dan corak daerah Jepara
    Mempraktikkan teknik-teknik pembuatan ukiran
    Menyebutkan dan menggambar macam-macam pola ukiran
    Menyebutkan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan ukiran
    Membuat karya seni rupa terapan secara sederhana, dengan berkelompok.    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)
D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
    Siswa dapat membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-3 dan 4
1.     Dalam merancang seni ukir perlu persiapan-persiapan antara lain persiapan konstruksi barang, persiapan pola gambar hiasan dan ukiran
2.     Dalam membuat karya seni ukir diperlukan alat-alat pokok, alat dan perkakas perlengkapan, dan urutan pelaksanaan mengukir

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Merancang karya seni rupa terapan dengan  memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
•    Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat    •    Merancang karya seni rupa terapan daerah Jepara
•    Membuat karya seni rupa terapan    •    Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab tentang cara merancang karya seni rupa terapan daerah Jepara
•    Siswa dapat  Praktik menggambar pola ukiran
•    Siswa dapat  Tanya jawab tentang cara membuat karya seni rupa terapan

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-3 dan 4
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang apresiasi karya seni rupa terapan daerah Madura

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam merancang dan
membuat karya seni rupa daerah Jepara

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami persiapan dalam membuat rancangan
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan cara membuat karya seni rupa terapan
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang cara merancang dan membuat karya seni ukir

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : peralatan mengukir
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)
I.    Penilaian
1.    Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.    Instrumen/soal:
1.     Sebutkan tiga teknik membuat pola ukiran!
2.     Jelaskan yang disebut pola ukiran endong!
3.    Sebutkan alat-alat pokok mengukir kayu!
4.     Sebutkan macam-macam pahat, gambarkan salah satunya!
5.     Sebutkan macam-macam cara pemolesan!

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
3.    Mengapresiasi karya seni musik

B.    Kompetensi Dasar
3.1    Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat
3.2    Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisional setempat
3.3    Menunjukkan nilai-nilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik tradisional setempat

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menjelaskan fungsi-fungsi musik tradisional
    Menjelaskan latar belakang musik tradisional
    Menyebutkan jenis-jenis musik tradisional Riau, Sulawesi Selatan
    Menyebutkan dan menjelaskan nilai-nilai musik tradisional    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat
    Siswa dapat mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisional setempat
    Siswa dapat menunjukkan nilai-nilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik tradisional setempat

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-5 dan 6
1.     Musik tradisional adalah musik yang lahir dari budaya daerah yang sudah ada sejak nenek moyang, diwariskan secara turun-temurun, alat dan penyajiannya sederhana
2.     Fungsi musik tradisional adalah untuk: mengiringi pergelaran (teater daerah), mengiringi gerak tari daerah/klasik, sarana hiburan para bangsawan, mengiringi upacara adat dan religius, Memperkaya pengalaman jiwa
3.     Musik daerah Jawa Tengah adalah gamelan
4. Musik daerah Riau adalah orkes Melayu dan musik gambus
5.     Musik tradisional Sulawesi Selatan adalah musik Bugis dan musik Makasar (Ujung Pandang)
6.     Dalam pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisional terutama gamelan Jawa Tengah ternyata banyak bagian-bagian alat gamelan, yang fungsinya berbeda-beda
7.     Nilai-nilai musikal pertunjukan musik Jawa Tengah adalah religius, pengungkapan ekspresi, nilai komunikatif, nilai budi pekerti luhur, nilai kebersamaan/kegotongroyongan
8.     Musik Betawi (gambang kromong) bernilai hiburan humor agar orang tertawa (terhibur)
9.     Musik daerah Nias bernilai magis, untuk mendatangkan roh-roh gaib

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat
•    Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisional setempat
•    Menunjukkan nilainilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik tradisional setempat        Fungsi musik tradisional
    Latar belakang musik tradisional
    Pengalaman musikal dari pengamatan pertunjukan
•    Nilai-nilai  musikal melalui pertunjukan musik    •    Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab membahas fungsi musik tradisional
•    Tanya jawab tentang latar belakang musik tradisional
•    Diskusi tentang gamelan sekaten
•    Tanya jawab tentang nilai-nilai musikal

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-5 dan 6
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang merancang dan membuat karya seni ukir

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang apresiasi seni musik tradisional

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami fungsi musik tradisional
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan latar belakang musik tradisional
•    Dengan praktik siswa menyaksikan musik sekaten dan mengapresiasinya
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang musik tradisional
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : alat musik
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Jelaskan bahwa musik tradisional mempunyai nilai sebagai ungkapan ekspresi!
2.     Sebutkan contoh alat musik yang mempunyai nilai komunikatif!
3.     Sebutkan fungsi-fungsi musik tradisional!
4.     Sebutkan macam dan fungsi kendang dalam karawitan Jawa Tengah!

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
4.    Mengekspresikan diri melalui karya seni musik

B.    Kompetensi Dasar
4.1    Mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir lagu dengan beragam teknik, media, dan materi musik/lagu tradisional daerah setempat
4.2    Menampilkan lagu yang telah diaransir di kelas

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menyebutkan dan menjelaskan teknik mengaransir lagu
    Menyebutkan dan menjelaskan media musik/lagu tradisional
    Mengaransir lagu tradisional secara berkelompok    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir lagu dengan beragam teknik, media, dan materi musik/lagu tradisional daerah setempat
    Siswa dapat menampilkan lagu yang telah diaransir di kelas

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-7 dan 8
1.     Gagasan kreatif mengaransir lagu meliputi ide artistik dan kemampuan teknis
2.     Teknik mengaransir lagu ada dua yaitu padat dan terpencar
3.     Dalam mengaransir diperlukan media, yakni bahan ataupun sarana

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir lagu dengan beragam teknik, media, dan materi musik/lagu tradisional daerah setempat
•    Menampilkan lagu yang telah diaransir di kelas    •    Gagasan kreatif serta mengaransir lagu dengan  beragam teknik, media, dan materi musik tradisional    •    Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab membahas gagasan kreatif mengaransir lagu
•    Siswa dapat  Tanya jawab tentang teknik mengaransir lagu
•    Siswa dapat  Diskusi Membahas media  engaransir lagu
•    Siswa dapat  Praktik menulis aransemen lagu

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-7 dan 8
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang apresiasi seni musik tradisional

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang teknik dan media mengaransir lagu tradisional

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami gagasan kreatif mengaransir lagu
•    Dengan praktik siswa menulis aransemen lagu
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang aransemen lagu
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : alat tulis
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Sebutkan judul lagu yang dinyanyikan!
2.     Bagaimana antusias penonton, apakah tertarik atau tidak? Beri alasannya!
3.     Tulislah kelemahan maupun kelebihan pertunjukan musik tradisional tersebut!

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
5.    Mengapresiasi karya seni tari

B.    Kompetensi Dasar
5.1    Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat
5.2    Mengidentifikasi keunikan gerak, kostum, iringan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat dalam bentuk tari tunggal

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menyebutkan jenis-jenis tari daerah Yogyakarta
    Menyebutkan peran tari daerah Yogyakarta
    Menjelaskan dan menguraikan secara singkat perkembangan tari daerah Yogyakarta.
    Menyebutkan keunikan gerak tari klasik Yogyakarta
    Menyebutkan keunikan iringan tari Yogyakarta
    Menyebutkan contoh gending-gending Jawa untuk mengiringi tarian Yogyakarta    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat
    Siswa dapat mengidentifikasi keunikan gerak, kostum, iringan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat dalam bentuk tari tunggal

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-9 dan 10
1.     Seni tari gaya Yogyakarta disebut juga tari klasik gaya Yogyakarta atau seni tari klasik gaya Mataram
2.     Tari Yogyakarta mempunyai banyak keunikan. Keunikan itu dapat dilihat dari gerak, kostum, dan iringan musiknya

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat
•    Mengidentifikasi keunikan gerak, kostum, iringan tari nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat dalam bentuk tari tunggal    •    Jenis peran dan perkembangan tari daerah Yogyakarta
•    Keunikan gerak, kostum, iringan tari Yogyakarta bentuk tari tunggal    •    Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab membahas jenis peran dan perkembangan tari daerah Yogyakarta
•    Siswa dapat  Tanya jawab tentang keunikan gerak, kostum, iringan tari Yogyakarta bentuk tari tunggal

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-9 dan 10
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang cara mengaransir lagu

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang apresiasi karya seni tari daerah Yogyakarta

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami jenis peran dan perkembangan tari daerah Yogyakarta
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan keunikan gagasan, kostum iringan tari Yogyakarta
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang apresiasi karya seni tari daerah Yogyakarta
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : –
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Sebutkan peran tari tradisional Yogyakarta!
2.     Bagaimana keunikan kostum tari tradisi Yogyakarta?
3.     Sebutkan jenis-jenis tari klasik gaya Yogyakarta!
4.     Mengapa tari rakyat saat itu sulit berkembang?

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    : SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
6.    Mengekspresikan diri melalui karya seni tari

B.    Kompetensi Dasar
6.1    Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
6.2    Menampilkan seni tari kreasi nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menyebutkan urutan gagasan/ide dalam penyusunan tari kreasi daerah Yogyakarta
    Menyebutkan dan menjelaskan landasan sebagai sumber penyusunan tari
    Menyebutkan contoh materi gerak tari kreasi daerah Yogyakarta
    Menyebutkan keunikan tari kreasi daerah Yogyakarta
    Menampilkan contoh tari kreasi daerah Yogyakarta    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi Nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
    Siswa dapat menampilkan seni tari kreasi Nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-11 dan 12
1.     Gagasan merupakan ide dasar yang menjadi latar belakang terbentuknya tari kreasi.
2.     Dalam penyusunan gagasan tidak menghilangkan atau meninggalkan tarian asli
3.     Salah satu contoh gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta adalah tari angsa. Angsa merupakan binatang yang gemar hidup di air, dengan kaki berselaput. Angsa dan air merupakan perpaduan yang harmonis, indah dan nyaman dilihat

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
•    Menampilkan seni tari kreasi nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal    •    Gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta
•    Materi seni tari kreasi Nusantara daerah    •    Siswa dapat Diskusi dan tanya jawab membahas gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta
•    Tanya jawab tentang materi seni tari kreasi Nusantara daerah

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-11 dan 12
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang apresiasi karya seni tari daerah Yogyakarta

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan materi seni tari kreasi Nusantara daerah
•    Dengan prakstik siswa memperagakan tari prawiraguna

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : perlengkapan menari
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Sebutkan urutan penyusunan ide/gagasan tari!
2.     Peragakan tari angsa bersama teman-teman dengan kreasi Anda sendiri!
3.     Sebutkan standardisasi gerak tari klasik Yogyakarta!

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

 
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    6 jam pelajaran (3 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
7.    Mengapresiasi karya seni teater
B.    Kompetensi Dasar
7.1    Mendeskripsikan perkembangan teater tradisional daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat
7.2    Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur estetis pertunjukan teater tradisional daerah setempat
7.3    Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater tradisional daerah setempat

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menyebutkan dan menjelaskan perkembangan teater tradi-sional daerah Jawa Barat
    Menyebutkan macam-macam teater daerah Jawa Barat
    Menyebutkan macam-macam teater daerah Jawa Barat
    Menyebutkan dan menjelaskan tentang sikap apresiasif terhadap unsur estetis
    Menjelaskan tentang pesan moral
    Menyebutkan contoh teater yang berkaitan dengan kearifan lokal    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat mendeskripsikan perkembangan teater tradisional daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat
    Siswa dapat menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur estetis pertunjukan teater tradisional daerah setempat
    Siswa dapat menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater tradisional daerah setempat

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-13 s.d. 15
1.     Teater rakyat yaitu teater yang sudah ada di masyarakat. Teater ini berkembang bersama dengan keadaan dan situasi, kehidupan masyarakat
2.     Macam-macam teater Jawa Barat rakyat antara lain: bonjet, ogel, longser, topeng cirebon, wayang golek, calung, reog
3.     Teater baru terbatas misalnya di universitas (ISI), sanggar atau perkumpulan seni
4.     Sikap apresiatif merupakan sikap untuk menghargai, menikmati, memahami dan menghayati karya seni teater. Yang kita hargai dalam hal ini adalah unsur estetis atau keindahan
5.     Setiap pertunjukan seni teater tradisi memiliki pesan moral sendiri-sendiri terhadap penonton. Pesan moral merupakan keindahan yang berkaitan dengan ketertiban batin

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mendeskripsikan perkembangan teater tradisional daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat
•    Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur estetis pertunjukan teater tradisional daerah setempat
•    Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater tradisional daerah setempat        Jelaskan Perkembangan teater tradisional daerah Jawa  Barat
    Jelaskan Sikap apresiatif terhadap unsur estetis
•    Jelaskan Sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal)    •    Siswa dapat Diskusi dan tanya jawab membahas gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta
•    Siswa dapat Tanya jawab tentang materi seni tari kreasi Nusantara daerah

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-13 s.d. 15
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang gagasan tari kreasi daerah Yogyakarta

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang karya teater tradisional Jawa Barat

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami perkembangan teater tradisional Jawa Barat
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan apresiasi terhadap unsur estetis dan pesan moral seni teater
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang teater tradisional daerah Jawa Barat
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : –
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Sebutkan fungsi teater rakyat Jawa Barat!
2.     Dalam teater tradisional terdapat unsur keindahan. Sebutkan unsur keindahan tersebut!
3.     Apa yang dimaksud ogel?
4.     Apa yang dimaksud bonjet?

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    SMK NEGERI 1 BONE-BONE
Mata Pelajaran     :     Seni Budaya
Kelas/Semester    :     X / 1
Alokasi Waktu    :    6 jam pelajaran (3 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
8.    Mengekspresikan diri melalui seni teater

B.    Kompetensi Dasar
8.1    Mengeksplorasi teknik olah tubuh, pikiran, dan suara
8.2    Merancang pergelaran teater tradisional daerah setempat
8.3    Menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi    :
Indikator Pencapaian Kompetensi    Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
    Menjelaskan tentang eks-plorasi teknik olah tubuh, pikiran, dan suara
    Memperagakan gerakan olah tubuh, pikiran dan suara
    Menyebutkan tahap-tahapan olah pikiran
    Menyebutkan macam-macam gerakan yang dilatihkan dalam teknik olah tubuh
    Merancang pergelaran teater tradisional
    Menyebutkan persiapan-persipan dalam pertunjukan
    Menyebutkan bagian-bagian teater yang dapat bekerja sama    Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
    Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
    Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
    Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
    Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
    Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat mengeksplorasi teknik olah tubuh, pikiran, dan suara
    Siswa dapat merancang pergelaran teater tradisional daerah setempat
    Siswa dapat menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater

E.    Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-16 s.d. 18
1.     Teknik olah tubuh adalah latihan ekspresi secara fisik sehingga gerakan fleksibel, disiplin dan ekspresif artinya gerak itu luwes sesuai yang diperankan
2.     Teknik olah pikiran Yaitu cara mengkonsentrasikan pikiran, perasaan, kejiwaan, emosi sehingga dapat menghayati, menikmati, menjiwai peran yang dibawakannya
3.     Teknik olah suara Adalah cara mengucapkan suara secara nyaring dan jelas atau disebut latihan penjiwaan suara. Yang harus mendapat perhatian dalam teknik ini adalah suara jelas, nyaring, mudah dipahami, komunikatif, diucapkan sesuai daerah artikulasinya
4.     Dalam teater tradisional biasanya menggunakan penataan panggung konvensional, yaitu pentas panggung menggunakan tirai depan (proscenium), bentuk statis, ada korden, pembatas, hiasan, lukisan sesuai latar kejadian.
5.     Dalam bermain teater perlu adanya kerja sama. Dengan kerja sama yang baik  permainan/hasil pertunjukan akan berbobot

F.    Metode Pembelajaran
    Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka    Terstruktur    Mandiri
•    Mengeksplorasi teknik olah tubuh, pikiran, dan suara
•    Merancang pergelaran teater tradisional daerah setempat
•    Menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater    •    Jelaskan Eksplorasi teknik olah tubuh,  pikiran, dan suara
•    Merancang pergelaran teater tradisional daerah setempat
•    Menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater    •    Siswa dapat Diskusi dan tanya jawab membahas eksplorasi teknik olah tubuh, pikiran, dan suara
•    Siswa dapat Tanya jawab tentang cara merancang pergelaran teater tradisional daerah
•    Siswa dapat Mempraktikkan prinsip kerja sama dalam berteater

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-16 s.d. 18
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang apresiasi karya teater tradisional Jawa Barat

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang ekspresi seni teater daerah

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
•    Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami tentang eksplorasi teknik olah tubuh, pikiran dan suara
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
•    Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan cara merancang pergelaran teater tradisional daerah
•    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang ekspresi seni teater daerah
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
•    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
•    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
•    Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.    Alat dan Bahan
1.     Alat : –
2.     Sumber belajar :
    Buku paket
    Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.     Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.     Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.     Instrumen/soal:
1.     Sebutkan tahapan olah pikiran!
2.     Jelaskan yang disebut merancang pergelaran!
3.     Sebutkan macam-macam teater rakyat Jabar!
4.     Bagaimana menurut Anda penataan panggung yang baik?

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

About elivas02

guru seni budaya
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s